19 Juli 2017•Update: 20 Juli 2017
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Nur Syam, mengatakan, pengurusan visa untuk jemaah haji Indonesia yang diberangkatkan pada gelombang pertama selesai pada pekan ini.
“Kita bersyukur sampai tanggal 18 sore, jumlah visa yang sudah selesai mencapai 81.497. Jadi masih kurang beberapa ribu lagi untuk jemaah gelombang pertama dan itu kita pastikan selesai pekan ini,” ujarnya, Selasa (19/7) di Jakarta.
Jumlah jemaah yang akan berangkat pada penerbangan pertama sebanyak 102 ribu jemaah mulai 28 Juli hingga 11 Agustus mendatang. Terkait hal ini, Nur Syam juga mengingatkan jajarannya agar memastikan kloter-kloter awal yang akan mulai diberangkatkan pada pekan depan sudah merampungkan persiapannya.
“Kloter satu sampai lima harus fix soal visa, jangan sampai ada seat kosong,” tuturnya.
Selanjutnya ia menambahkan, paspor yang saat ini sudah diterima Ditjen PHU untuk diproses mencapai 189.191. Secara bertahap, paspor yang sudah masuk ini diteruskan ke Kedutaan Besar Arab Saudi untuk mendapatka visa.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak Kanwil untuk mempercepat proses ini. Kami berharap bisa diselesaikan pada waktunya sehingga tidak lagi ada masalah,” tuturnya.
Kuota jemaah haji reguler Indonesia tahun ini berjumlah 204 ribu orang. Mereka akan diberangkatkan dalam dua gelombang. Gelombang pertama diberangkatkan menuju Madinah. Sedang gelombang kedua diberangkatkan menuju Jeddah untuk kemudian ke Makkah. Pemberangkatan gelombang kedua berlangsung dari 12 – 26 Agustus 2017.
Selain itu, Kasubdit Dokumen dan Perlengkapan Haji M Sofwan mengatakan proses penerbitan visa terus dilakukan oleh tim Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah sampai selesai semua.
“Proses pengurusan visa itu sendiri mensyaratkan informasi lengkap terkait paket layanan yang akan diterima jemaah selama di Saudi. Ini yang juga harus kita siapkan sehingga pengurusan visa dilakukan secara beratahap,” terang Sofwan.
Sofwan mengaku optimis tahun ini semuanya berjalan sesuai jadwal dan tidak ada keterlambatan visa seperti yang terjadi pada dua tahun lalu.
“Saya harap visa sudah selesai semua sebelum masa operasional pemberangkatan berakhir sehingga jemaah bisa diberangkatkan sesuai jadwal,” tandasnya.