Muhammad Nazarudin Latief
27 Maret 2019•Update: 28 Maret 2019
Ahmet Gurhan Kartal
LONDON
Pemerintah Inggris menolak seruan pembatalan Brexit dalam sebuah petisi, dengan alasan menghormati hasil referendum 2016 dan akan bekerja dengan parlemen "untuk memberikan kesepakatan yang memastikan Inggris meninggalkan Uni Eropa".
Pernyataan itu muncul setelah lebih dari 5,8 juta orang menandatangani petisi di situs web parlemen meminta pemerintah menghentikan Brexit dengan mencabut Pasal 50.
Pemerintah Inggris menanggapi setiap petisi yang ditandatangani setidaknya oleh 10.000 orang dan debat parlemen yang ditandatangani oleh 100.000 orang.
Pemerintah menggarisbawahi "kebijakan tidak mencabut Pasal 50," dan mengatakan akan bekerja memberikan jalan keluar yang menguntungkan semua orang, apakah mereka memilih untuk “meninggalkan” atau “tetap”.
"Mencabut Pasal 50, dan tetap di Uni Eropa akan merusak demokrasi kita dan kepercayaan jutaan pemilih," ujar pernyataan pemerintah, Selasa.
Pemerintah mengakui jumlah besar orang yang menandatangani petisi tersebut.
"Namun, hampir tiga perempat pemilih ikut serta dalam referendum 2016, percaya bahwa hasilnya akan dihormati," katanya.
“Pemerintah menulis kepada setiap rumah tangga sebelum referendum, menjanjikan bahwa hasil referendum akan dilaksanakan. Sebanyak 17,4 juta orang memilih untuk meninggalkan Uni Eropa, memberikan mandat demokrasi terbesar pada pemerintah Inggris,” tambahnya.
Pemerintah mengatakan orang-orang Inggris juga "memberikan suara sekali lagi” dalam Pemilihan Umum 2017, di mana lebih dari 80 persen dari mereka yang memberikan suara, memilih partai-partai, termasuk oposisi, yang berkomitmen dalam manifesto mereka untuk menegakkan hasil referendum.
"Pemerintah ini mendukung komitmen ini," katanya.
Pernyataan itu juga mengatakan bahwa mencabut Pasal 50 akan “mengingkari janji-janji yang dibuat oleh pemerintah kepada rakyat Inggris, tidak menghargai instruksi yang jelas dari pemungutan suara demokratis dan pada gilirannya mengurangi kepercayaan terhadap demokrasi kita”.
"Sangat penting bahwa orang dapat mempercayai pemerintah mereka untuk menghormati suara mereka dan memberikan hasil terbaik bagi mereka".
UE menyetujui perpanjangan Brexit hingga 22 Mei jika kesepakatan Mei disetujui oleh House of Commons minggu ini.
Jika kesepakatan itu tidak disetujui oleh parlemen, UE akan mengizinkan perpanjangan hingga 12 April.
House of Commons Inggris pada Senin menyetujui mengambil kendali parlemen dari pemerintah dalam langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk memperdebatkan pilihan Brexit alternatif.
Anggota parlemen akan mencoba dan mencari tahu di balik opsi mana mereka dapat membentuk mayoritas untuk memecahkan kebuntuan saat ini dalam serangkaian pemungutan suara Rabu.
Para pemilih Inggris memutuskan untuk meninggalkan blok itu setelah keanggotaan lebih dari 40 tahun setelah referendum pada 2016.