Selman Aksünger
18 Mei 2022•Update: 18 Mei 2022
Den Haag
Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) pada Selasa mengirim tim beranggotakan 42 orang ke Ukraina untuk menyelidiki dugaan kejahatan perang di sana sejak dimulainya perang Rusia di negara itu.
"Saya dapat mengonfirmasi bahwa hari ini Kantor saya telah mengerahkan tim yang terdiri dari 42 penyelidik, ahli forensik, dan personel pendukung ke Ukraina untuk memajukan penyelidikan kami atas kejahatan yang termasuk dalam yurisdiksi Pengadilan Kriminal Internasional," kata jaksa ICC Karim Khan dalam sebuah pernyataan.
Dia mencatat bahwa lankah itu adalah pengerahan personil ke lapangan tunggal "terbesar yang pernah dilakukan" oleh ICC.
Khan mengatakan tim tersebut akan berfokus pada pengumpulan kesaksian yang relevan dengan serangan militer yang mungkin merupakan kejahatan Statuta Roma.
Tim ICC akan menghubungi otoritas Ukraina dan perwakilan lainnya di negara itu "untuk memastikan kesinambungan dan kelanjutan pekerjaan sehubungan dengan identifikasi jenazah, analisis balistik dan penyimpanan dan pelestarian bukti forensik," tambah dia.
Setidaknya 3.668 orang telah tewas dan 3.896 terluka di Ukraina sejak Rusia memulai perangnya pada 24 Februari, menurut perkiraan PBB. Jumlah korban sebenarnya diyakini jauh lebih tinggi.
Lebih dari 6,2 juta orang telah melarikan diri ke negara lain, dengan 7,7 juta pengungsi internal, menurut badan pengungsi PBB.