Muhammad Abdullah Azzam
13 Desember 2019•Update: 13 Desember 2019
Büşra Nur Bilgiç
ANKARA
Tidak ada yang bisa menyamai Turki dalam perang melawan ISIS/Daesh, kata perdana menteri Bulgaria pada Kamis.
"Secara geografis, Turki terletak di antara dua benua, berperang melawan ISIS di wilayah Suriah yang paling tidak stabil," kata Boyko Borissov dalam konferensi pers bersama Sekjen NATO Jens Stoltenberg di Brussels.
Stoltenberg mengatakan Turki penting dalam memerangi terorisme.
"Turki yang memiliki perbatasan langsung dengan Irak dan Suriah memiliki posisi sangat penting dalam perang kami melawan ISIS, selain itu Turki juga menampung 3,6 juta pengungsi Suriah," imbuh dia.
"Jadi, ketika kita berurusan dengan krisis migran atau pengungsi, tentu saja sangat penting untuk bekerja dengan Turki," kata Sekjen NATO.
Sementara Borissov mengatakan bahwa Bulgaria tidak mendukung sanksi terhadap Turki atas pembelian sistem pertahanan S-400 dari Rusia.
"Itu bukan kebijakan yang tepat, menjatuhkan sanksi militer terhadap Turki karena Turki akan membeli senjata dari sumber lain, dari Rusia," tutur dia.
Anggota parlemen AS pada Selasa mengumumkan bahwa mereka sedang mempertimbangkan untuk membeli jet tempur F-35A di milik Turki yang ditahan negaranya.
Juli ini, pembelian sistem pertahanan udara Rusia yang canggih oleh Turki mendorong pemerintah Trump untuk mengeluarkan Turki dari program produksi gabungan jet F-35.
AS berpendapat bahwa sistem tersebut dapat digunakan oleh Rusia untuk secara diam-diam mendapatkan rincian rahasia pada jet dan tidak sesuai dengan sistem NATO.
Turki, bagaimanapun, menentang bahwa S-400 tidak akan diintegrasikan ke dalam sistem NATO dan tidak akan menimbulkan ancaman bagi aliansi.
Pejabat Turki juga mengusulkan pembentukan komisi untuk mempelajari masalah ini, tetapi belum mendapatkan tanggapan positif dari AS.