Alperen Aktas, Seda Sevencan
19 Desember 2024•Update: 24 Desember 2024
ISTANBUL
Perdana Menteri Lebanon Najib Mikati pada Rabu menyampaikan rasa terima kasih kepada Turkiye karena menjadi negara pendukung Lebanon dalam setiap masa-masa sulit sepanjang sejarah.
Berbicara pada konferensi pers bersama dengan Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan di ibu kota Ankara, Mikati menyoroti hubungan yang dalam dan telah lama terjalin antara kedua negara, khususnya di bidang kemanusiaan dan politik.
Mikati mengakui bahwa ekonomi, masyarakat, dan lingkungan di Lebanon telah menderita akibat serangan Israel, yang terus berlanjut meskipun ada gencatan senjata bulan lalu setelah lebih dari setahun serangan lintas perbatasan.
Dia menekankan solidaritas yang ditunjukkan Turkiye dan negara-negara Arab lainnya kepada Beirut, sambil menambahkan bahwa hal ini sangat penting bagi Lebanon selama masa yang penuh tantangan saat ini.
"Solidaritas yang Anda tunjukkan, terutama di masa-masa sulit ini, sangat berarti bagi kami. Turkiye selalu mengikuti perkembangan di Lebanon dan dukungannya merupakan sesuatu yang sangat kami hargai," kata Mikati.
Dia juga menyinggung konteks regional yang lebih luas, dengan menunjuk pada transformasi politik yang terjadi di Timur Tengah, termasuk di Suriah, yang berbatasan dengan Lebanon dan Turkiye.
Mikati menekankan perlunya tekanan internasional terhadap Israel untuk menghentikan tindakannya karena terus melanggar ketentuan gencatan senjata.
Dia menegaskan kembali bahwa Lebanon terus berupaya mengatasi krisis yang sedang berlangsung, dan tetap berkomitmen untuk mendukung kedaulatan, kebebasan, dan integritas teritorial Suriah.
Mikati menekankan pentingnya hubungan baik antara Lebanon, Turkiye, dan Suriah.
Dia mengungkapkan keyakinannya bahwa Lebanon dan Turkiye akan memperkuat ikatan mereka melalui kerja sama yang berkelanjutan dan bekerja menuju masa depan yang damai dan saling menghormati.
Perdana Menteri Lebanon juga berterima kasih kepada Turkiye karena telah menjadi sekutu setianya, terutama di masa krisis, dan menggarisbawahi bahwa Beirut telah belajar untuk bergantung pada teman-temannya, khususnya Ankara.
"Lebanon telah melewati krisis yang parah, tetapi kami telah belajar bahwa kepercayaan kami kepada Tuhan, dan kepada teman-teman kami, khususnya Turkiye, telah menjadi kekuatan kami," tukas Mikati.