02 Agustus 2017•Update: 02 Agustus 2017
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Jumlah warga negara Indonesia (WNI) di Qatar mencapai puluhan ribu. Setiap lembaga memiliki data berbeda-beda. Dalam catatan KBRI Doha, ada 29 ribu WNI. Sementara data International Organizations for Migration melansir 43 ribu. Dan, Kementerian Luar Negeri Qatar menerangkan ada 35 ribu WNI di negaranya.
Meskipun datanya berbeda, satu yang pasti: WNI di Qatar tak terpengaruh dengan kondisi politik negara tersebut. Seperti diketahui, saat ini Qatar sedang diblokade sejumlah negara seperti Saudi Arabia, Mesir, Bahrain, dan Uni Emirat Arab.
Pelaksana Fungsi Pendidikan, Sosial, dan Budaya KBRI Doha Anwar Luqman Hakim kepada Anadolu Agency mengatakan, kondisi WNI di seluruh Qatar aman terkendali.
“Secara berkala setiap ada perkembangan situasi, KBRI akan memberikan himbauan kepada WNI di Qatar untuk tetap tenang dan waspada,” ucapnya.
Para WNI yang bekerja di Qatar masih melakukan aktivitas sebagaimana biasa. Saat ini beberapa WNI cuti untuk mengisi masa libur sekolah di musim panas yang berlangsung sejak Juli hingga September.
“Sekarang yang mengeluh dan mengalami kendala di Qatar justru ibu-ibu, karena harga beberapa barang mengalami kenaikan seperti bumbu masak, daun bawang, dan mentimun. Rata-rata kenaikan harga mencapai 70%,” lanjut Anwar.
Namun, untuk harga barang-barang elektronik belum mengalami kenaikan. Begitu juga dengan harga kebutuhan pokok yang masih aman pasokannya. “Yang sulit pasokannya itu sayuran segar dan buah-buahan seperti pisang. Ketika tersedia, harganya bisa berkali lipat dari biasanya,” terang Anwar.
Kondisi Qatar yang tidak berbahaya meskipun sedang dikucilkan juga diamini oleh Indra Kurnia, seorang WNI yang sudah tinggal selama 9 tahun di Doha. “Hal yang kini sedikit berbeda adalah Doha sekarang agak sepi pada akhir pekan. Padahal sebelum ada blokade, banyak pengunjung dari negara sekitar Qatar yang berlibur di Doha.”
Meskipun secara ekonomi dan politik Qatar sedang diblokade, tetapi masyarakat yang tinggal di Qatar masih mudah mendapatkan berbagai barang kebutuhan, terutama makanan. “Memang ada sedikit kenaikan harga, tapi semua masih terjangkau,” kisahnya.