Marıa Elısa Hospıta
31 Januari 2020•Update: 01 Februari 2020
Elena Teslova
MOSKOW
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendiskusikan "Kesepakatan Abad Ini" yang diusulkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Netanyahu menekankan bahwa presiden Rusia adalah "kepala negara pertama" yang membahas hal ini dengannya.
"Saya pikir ini adalah kesempatan yang luar biasa dan saya ingin mendengar pendapat Anda mengenai rencana perdamaian ini," kata Netanyahu.
Dalam pernyataan terpisah, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan Moskow sedang meninjau rencana tersebut.
Moskow juga mempertimbangkan opini dari Presiden Palestina Mahmoud Abbas karena orang-orang Palestina menganggap kesepakatan itu akan menghapus hak orang-orang Palestina untuk menentukan nasib mereka sendiri.
"Kami bertekad berkoordinasi dengan rekan Palestina dan Israel kami, termasuk negara-negara Timur Tengah, Afrika Utara, dan semua pihak yang tertarik dalam upaya perwujudan perdamaian di Timur tengah sesegera mungkin," tambah Zakharova.
“Di saat yang sama, kami memonitor reaksi negara-negara Arab terhadap inisiatif Amerika. Sejauh ini, reaksinya negatif dan skeptis," kata dia lagi.
Trump, yang didampingi Netanyahu, merilis insiatifnya untuk mengakhiri pertikaian Israel-Palestina di Gedung Putih, pada Selasa.
Di saat yang sama, Trump menyebut Yerusalem sebagai "ibu kota Israel yang tak terbagi".
Ribuan pengunjuk rasa turun ke jalan-jalan di Palestina dan ibu kota Yordania, Amman, menentang rencana tersebut.