Megiza Soeharto Asmail
11 Maret 2018•Update: 12 Maret 2018
Mohamed Fahd
DOHA, Qatar
Qatar mengadukan dugaan pelanggaran wilayah udara yang dilakukan oleh Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain kepada Dewan Keamanan PBB.
Dalam sebuah surat yang ditujukan kepada Sekjen PBB Antonio Guterres dan Presiden Dewan Keamanan PBB Karel Van Oosterom itu, Qatar mengatakan bahwa pesawat militer UEA telah melanggar wilayah udara Qatar dua kali pada bulan Januari dan Februari.
Kantor Berita QNA menyiarkan bahwa di dalam surat Qatar itu juga dicantumkan bahwa pesawat militer Bahrain pun telah melanggar wilayah udara negara tersebut pada 25 Februari.
Surat tersebut mendeskripsikan aksi kedua negara sebagai tindakan yang "kurang ajar" dan memperingatkan bahwa upaya semacam itu akan meningkatkan ketegangan di wilayah tersebut.
Surat itu juga meminta Dewan Keamanan PBB "untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional", dan juga menggarisbawahi bahwa pihak Qatar "mempunyai hak untuk merespons atas semua pelanggaran yang terjadi di wilayahnya".
Sampai saat ini UEA dan Bahrain belum mengomentari aduan tersebut.
Tahun lalu, UEA dan Bahrain, bersama dengan Mesir dan Arab Saudi, memutuskan hubungan diplomatik dan perdagangan dengan Qatar. Mereka menuduh Doha mendukung terorisme.
Qatar secara konsisten membantah tuduhan tersebut, dan menuduh balik empat negara tersebut telah melanggar kedaulatannya.