Astudestra Ajengrastrı
20 September 2018•Update: 20 September 2018
Ovunc Kutlu
NEW YORK
Tiga puluh satu persen rumah tangga di Amerika dilaporkan kesulitan membayar tagihan listrik, atau mempertahankan pemanas dan pendingin di rumah mereka pada 2015, kata Administrasi Informasi Energi (EIA) pada Rabu.
"Menurut hasil Survei Konsumsi Energi Perumahan (RECS) EIA terbaru [pada 2015], sekitar satu dari lima rumah tangga mengurangi atau meninggalkan kebutuhan-kebutuhan seperti makanan dan obat-obatan untuk membayar tagihan energi, dan 14 persen dilaporkan menerima pemberitahuan pemutusan listrik," ujar administrasi.
Sementara 25 juta rumah di AS mengaku melupakan makanan dan obat-obatan untuk membayar tagihan listrik, tujuh juta penduduk AS menghadapi keputusan serupa nyaris setiap bulan, lapor EIA.
Dari 17 juta rumah yang mengaku menerima pemberitahuan pemutusan listrik, dua juta di antaranya menerima surat tersebut nyaris setiap bulan, imbuh EIA.
Beberapa rumah di Amerika juga menggunakan daya lebih sedikit dari yang mereka inginkan, menurut EIA, yang mengatakan, "11 persen dari pemilik rumah yang disurvei mengaku membiarkan rumah mereka dalam temperatur yang tidak sehat atau tidak aman."
Sebagai tambahan, beberapa rumah juga kemungkinan meninggalkan peralatan alat pemanas atau mesin pendingin sepenuhnya, ujar EIA.
"Situasi ini dapat terjadi ketika peralatan mereka rusak dan mereka tidak punya uang untuk memperbaikinya, atau ketika sebuah rumah tangga tidak bisa membayar bahan bakar untuk peralatan mereka," jelas mereka.
Tujuh juta rumah, atau enam persen dari angka total nasional, mengaku tidak mampu memakai peralatan pemanas karena kesulitan keuangan pada titik tertentu pada 2015. Sementara enam juta, atau lima persen dari seluruh rumah secara nasional kehilangan akses mesin pendingin, menurut EIA.
"Rumah-rumah yang memiliki anak-anak, yang memiliki anggota keluarga dengan kelompok ras minoritas atau Hispanik, atau diklasifikasikan berpenghasilan rendah mengalami ketidakamanan lebih besar dalam hal energi," ujar administrasi.
Sekitar separuh dari rumah tangga di AS yang memiliki pemasukan lebih kecil dari USD20.000 per tahun mengalami ketidakamanan energi pada 2015, sementara 40 persen rumah tangga dengan satu atau lebih anak-anak memiliki ketidakamanan energi, menurut data EIA.
Lebih dari 50 persen rumah yang dihuni oleh penduduk kulit hitam atau Afrika-Amerika, dan lebih dari 40 persen rumah penduduk Hispanik atau Latin menghadapi ketidakamanan pada 2015, menurut EIA.