Umar Idris
05 Maret 2020•Update: 06 Maret 2020
Esref Musa, Mehmet Burak Karacaoglu, Zehra Nur Duz
IDLIB, Syria
Rusia melancarkan serangan udara di zona de-eskalasi di Idlib, Suriah, menewaskan sedikitnya 16 warga sipil, kata kelompok pertahanan sipil Suriah, Kamis.
Kelompok pertahanan sipil White Helmets mengatakan 16 warga sipil tewas dan 18 lainnya terluka dalam serangan itu.
Teknologi pengintai pesawat milik oposisi Suriah mengatakan jet Rusia menargetkan warga sipil yang mengungsi di peternakan unggas di Maarrat Misrin, sebuah kota di provinsi Idlib.
Upaya pencarian dan penyelamatan korban sedang berlangsung di daerah tersebut.
Rezim Bashar al-Assad dan sekutunya telah melakukan serangan udara dan darat secara intensif terhadap pemukiman sipil di zona eskalasi Idlib.
Pada bulan September 2018, Turki dan Rusia sepakat untuk mengubah Idlib menjadi zona de-eskalasi di mana tindakan agresi secara tegas dilarang.
Namun sejak itu, lebih dari 1.800 warga sipil tewas dalam serangan oleh rezim dan pasukan Rusia dan melawan perjanjian gencatan senjata 2018 dan perjanjian yang baru yang dimulai pada 12 Januari.
Lebih dari 1,7 juta warga Suriah telah bergerak di dekat perbatasan Turki karena serangan hebat selama setahun terakhir.
Turki tetap menjadi negara dengan pengungsi terbanyak di dunia, menampung lebih dari 3,7 juta warga Suriah sejak dimulainya perang saudara Suriah pada 2011.