Ömer Koparan, Levent To
02 Februari 2018•Update: 02 Februari 2018
Ömer Koparan, Levent To
AZAZ, Suriah
Militer Turki dan Tentara Pembebasan Suriah (FAS) mengambil alih kendali pusat kota Bulbul di bagian utara Suriah dari organisasi teroris PYD / PKK pada hari Kamis, menurut wartawan Anadolu Agency yang bertugas di wilayah tersebut.
Pengambil alihan itu menandai pertama kalinya Operasi Ranting Zaitun berhasil merebut pusat kota dari kelompok teror tersebut.
Sejak awal operasi Afrin, yang diluncurkan oleh Turki pada 20 Januari untuk melenyapkan teroris PYD / PKK dan Daesh di barat laut Suriah, pasukan yang dipimpin Turki membebaskan total 29 titik, termasuk satu pusat kota, 20 desa, enam daerah berpenghuni, serta tujuh gunung atau bukit strategis.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada hari Kamis bahwa total 800 teroris telah terbunuh di wilayah Afrin, bagian barat laut Suriah, sebagai bagian dari Operasi Ranting Zaitung yang sedang berlangsung di Turki.
Pada 20 Januari, Turki memulai Operasi Ranting Zaitun Tentara Pembebasan Suriah (FSA) untuk membersihkan teroris PYD / PKK dan Daesh dari kota Afrin.
Operasi tersebut juga bertujuan untuk membangun keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan Turki dan wilayah tersebut, serta untuk melindungi orang-orang Suriah dari penindasan dan kekejaman teroris.
Militer Turki memastikan, operasi tersebut digelar di bawah kerangka hak Turki sebagai negara berdasarkan hukum internasional, resolusi Dewan Keamanan PBB, hak pembelaan diri berdasarkan piagam PBB, dan penghormatan terhadap integritas teritorial Suriah.
Pihak militer juga mengatakan bahwa hanya menargetkan kelompok teror dan mengutamakan "perhatian dan kepekaan" yang besar untuk menghindari warga sipil terluka.
Afrin telah diketahui sebagai tempat persembunyian utama bagi PYD / PKK sejak Juli 2012, ketika rezim Bashar al-Assad di Suriah meninggalkan kota tersebut ke kelompok teror tanpa perlawanan.