Rıskı Ramadhan
09 Februari 2018•Update: 09 Februari 2018
Hakan Copur
WASHINGTON
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Guatemala Jimmy Morales pada Kamis dilaporkan bertemu di Washington, AS.
Menurut pernyataan tertulis dari Gedung Putih, kedua pemimpin membahas hubungan bilateral dan isu regional.
Dalam pertemuan tersebut, Trump berterima kasih kepada Guatemala atas keputusan memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem menyusul AS, Trump juga memberikan selamat kepada Morales atas keputusan ini.
Pertemuan itu juga membahas langkah yang dapat diambil untuk membentuk stabilitas politik di Venezuela.
Selain itu, Trump dan Morales juga membahas langkah-langkah yang dapat diambil untuk mencegah imigrasi ilegal dari Guatemala ke AS.
Setelah Trump, Morales mengumumkan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memberikan instruksi yang diperlukan untuk memindahkan kedutaan besar Guatemala untuk Israel ke Yerusalem pada 25 Desember 2017.
Dalam pemungutan suara terhadap resolusi yang menolak keputusan Trump di Majelis Umum PBB pada 21 Desember 2017, Guatemala juga memilih berdiri bersama AS dan Israel dengan menolak resolusi tersebut, sementara 128 negara mendukung resolusi itu.
Guatemala dikenal sebagai satu dari 11 negara yang mendapat bantuan terbesar dalam konteks "pertumbuhan ekonomi" dari AS.