Michael Gabriel Hernandez
12 Mei 2026•Update: 12 Mei 2026
Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut semakin mempertimbangkan untuk melanjutkan operasi militer terhadap Iran di tengah meningkatnya frustrasi Washington atas mandeknya negosiasi dan penutupan Selat Hormuz oleh Teheran.
CNN pada Senin melaporkan Trump merasa kecewa terhadap sikap Iran dalam proses perundingan, termasuk terkait penutupan Selat Hormuz yang masih berlangsung dan dugaan perpecahan di kalangan elite senior Iran.
Trump sebelumnya mengecam respons terbaru Iran terhadap proposal perdamaian AS dan menyebutnya “sepenuhnya tidak dapat diterima”.
“Saya akan mengatakan gencatan senjata saat ini berada dalam kondisi sangat kritis, seperti dokter yang masuk dan berkata, ‘Tuan, orang yang Anda cintai hanya memiliki peluang hidup sekitar 1 persen’,” kata Trump dalam pernyataan di Gedung Putih pada Senin.
Menurut sumber CNN yang mengetahui pembicaraan internal pemerintahan AS, respons Iran memicu keraguan di kalangan pejabat Washington mengenai keseriusan Teheran untuk mencapai kesepakatan permanen mengakhiri perang.
Sejumlah pihak di Pentagon dan pemerintahan Trump disebut mendorong langkah yang lebih agresif terhadap Iran, termasuk kemungkinan serangan terarah untuk melemahkan posisi Teheran dalam negosiasi.
Namun, sebagian pejabat lainnya masih menginginkan upaya diplomatik tambahan.
Pejabat kawasan juga mengatakan kepada CNN bahwa Pakistan dan sejumlah negara lain telah menyampaikan kepada Iran bahwa Trump semakin frustrasi dan menganggap ini sebagai kesempatan terakhir untuk menyelesaikan perang melalui jalur diplomasi. Namun, peringatan itu disebut belum diindahkan Teheran.
Sebelumnya pada Senin, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf mengatakan militer Iran siap memberikan “pelajaran yang tak terlupakan” terhadap segala bentuk agresi.
“Strategi yang salah dan keputusan yang salah selalu menghasilkan hasil yang salah. Seluruh dunia sudah memahami hal ini,” kata Qalibaf melalui platform X.
Ia juga memperingatkan Iran siap menghadapi “semua opsi” dan menyebut pihak lawan akan “terkejut”.
Dalam unggahan terpisah di X, Qalibaf mengatakan tidak ada alternatif selain menerima hak-hak rakyat Iran yang tertuang dalam proposal 14 poin Teheran.
“Pendekatan lain apa pun akan sepenuhnya tidak menghasilkan apa-apa; tidak ada selain kegagalan demi kegagalan,” tulisnya.
CNN juga melaporkan Trump menggelar pertemuan dengan tim keamanan nasionalnya pada Senin untuk membahas opsi terkait Iran.
Namun, sumber anonim mengatakan keputusan mengenai kemungkinan dimulainya kembali operasi militer kemungkinan belum akan diambil sebelum Trump berangkat ke China pada Selasa sore.