28 September 2017•Update: 28 September 2017
ANKARA
Perdana
Menteri Turki, Binali Yildirim menegaskan referendum yang digelar oleh
Pemerintah Regional Kurdi (KRG) tidak sah.
“Referendum ini, mau dilihat dari segi manapun, tidak akan membawa kesejahteraan, persaudaraan, dan perdamaian ke wilayah tersebut,” ujar Yildirim saat berbicara di “Simposium Persaudaraan, Keadilan dan Perdamaian Internasional” di Universitast Hitit, Kamis.
Yildirim
mengatakan ada beberapa orang yang demi menggapai ambisi pribadinya rela
mengorbankan masa depan jutaan orang tak bersalah.
“Turki menganggap referendum ini tidak pernah ada,” jelasnya.
Dia
mengatakan, Turki hanya akan berdialog dengan Baghdad terkait persoalan Kurdi.
Begitu juga dalam sengketa bandara dan ekonomi, tukasnya.
Membangun
Suriah
Yildrim
juga mengutarakan usaha pemerintah untuk terus peduli terhadap warga
Suriah.
“Dalam lima tahun terakhir, 224.750 bayi asal Suriah telah membuka mata mereka di negeri ini,” jelas dia.
Turki,
lanjutnya, telah menyediakan pendidikan kepada 509 ribu anak pencari suaka.
Mereka belajar bersama warga Turki di sekolah.
“Turki memberikan pendidikan kejuruan, kursus kepada 200 ribu saudara kami yang sudah dewasa,” jelasnya.
“Kami juga mempersiapkan masa depan 19.332 pemuda Suriah belajar yang belajar di universitas-universitas di Turki,” tambahnya.