Betul Yuruk
07 Februari 2022•Update: 08 Februari 2022
NEW YORK
Warga Turki Uyghur di AS memprotes Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 di depan Gedung Putih pada Sabtu.
Warga Turki Uyghur mengkritik pemerintah China dan menuduhnya melakukan “genosida” di Daerah Otonomi Uyghur Xinjiang.
Demonstran membawa bendera Turkestan Timur dan meneriakkan "Kebebasan untuk Turkestan Timur" dan "Boikot Olimpiade genosida China."
Para pengunjuk rasa juga mengkritik Komite Olimpiade Internasional AS dan media seperti jaringan NBC yang menyiarkan Olimpiade di AS.
Mereka menuntut Pengadilan Kriminal Internasional menyelidiki genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan terhadap orang-orang Uyghur.
Tindakan China di Daerah Otonomi Uyghur Xinjiang
Dalam beberapa tahun terakhir, pelanggaran identitas dan budaya Turki Uighur di China telah dikritik di hadapan internasional.
Banyak orang Turki Uyghur ditahan secara paksa di tempat-tempat yang disebut Beijing sebagai "pusat pelatihan kejuruan" dan masyarakat internasional menyebutnya sebagai "kamp pendidikan ulang".
Beijing tidak memberikan informasi tentang berapa banyak kamp yang ada di Daerah Otonomi Uyghur Xinjiang dan berapa banyak orang yang berada di dalamnya serta yang telah kembali ke kehidupan semula
Sementara PBB dan organisasi internasional lainnya telah menegaskan kembali seruan mereka agar kamp dibuka untuk pengawasan, China sejauh ini mengizinkan beberapa untuk dikunjungi oleh sejumlah kecil diplomat dan jurnalis asing.
Pihak berwenang China menolak permintaan pejabat PBB untuk secara bebas menyelidiki wilayah tersebut untuk mendapatkan informasi.