Mohammad Rajawi
07 Februari 2022•Update: 08 Februari 2022
Lima puluh anggota parlemen Iran telah tertular virus korona di tengah penyebaran varian omicron di seluruh negeri.
Anggota parlemen Alireza Salimi mengatakan kepada Youth Journalists Club (YJC), sebuah kantor berita lokal pada Minggu bahwa sesi Parlemen Iran mendatang akan diadakan sesuai dengan protokol kesehatan.
Namun, dia tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang infeksi atau nama-nama anggota parlemen yang terinfeksi.
Pada Maret 2020, parlemen Iran yang terdiri dari 290 kursi menangguhkan sesi selama dua pekan di tengah meningkatnya infeksi COVID-19 di negara itu.
Iran, negara yang paling terdampak Covid-19 di Timur Tengah, mengalami lonjakan kasus setelah sempat turun akibat vaksinasi massal.
Namun, dalam beberapa hari terakhir, rata-rata infeksi harian mencapai 30.000 kasus.
Pada Sabtu, otoritas kesehatan mencatat 23.130 infeksi dalam 24 jam terakhir sehingga total kasus menjadi 6.543.837, termasuk 132.745 kematian.
Menurut angka resmi, 50 juta orang Iran - dari 85 juta populasi – telah menerima dua dosis vaksin dan lebih dari 19 juta telah mendapatkan dosis ketiga.
* Ditulis oleh Ahmed Asmar