Maria Elisa Hospita
09 Agustus 2018•Update: 09 Agustus 2018
Pascal Mulegwa
KINSHASA, Republik Demokratik Kongo
Departemen Kesehatan Kongo dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menggelar vaksinasi Ebola di Beni, Republik Demokratik Kongo (DRC).
Vaksinasi yang berlangsung pada Rabu di Mangina, dekat kota Beni, perbatasan Provinsi Kivu Utara dengan Rwanda dan Uganda, diluncurkan oleh Menteri Kesehatan Kongo Oly Ilunga.
"Semua tindakan pencegahan sudah dilakukan," kata Ilunga, didampingi oleh beberapa ahli nasional maupun internasional.
Target pertama vaksinasi ini adalah "orang-orang yang melakukan kontak dengan pasien kasus Ebola yang terkonfirmasi," jelas dia.
"Hari ini, hanya satu minggu setelah pengumuman wabah Ebola baru di DRC, vaksinasi bagi staf medis dan pasukan perbatasan telah dimulai di Mangina. Vaksinasi akan terus berlanjut di masyarakat yang terkena dampak," cuit WHO lewat akun Twitter-nya, Rabu
Dokter Lintas Batas mengungkapkan bahwa sejauh ini, 74 kasus dan 34 kematian telah dilaporkan ke departemen kesehatan.
Wabah Ebola ke-10 di Republik Demokratik Kongo (DRC) diumumkan pada 1 Agustus di Provinsi Kivu Utara
Kivu Utara adalah salah satu provinsi dengan kepadatan penduduk tertinggi, yaitu lebih dari 8 juta penduduk.
WHO telah meminta negara-negara tetangga DRC - Rwanda, Uganda, dan Burundi - untuk memperketat pengawasan di sepanjang perbatasan dengan provinsi Kivu Utara.
Menurut WHO, risiko penyebaran epidemi sangat tinggi karena banyaknya pengungsi internal (IDP) di wilayah tersebut dan perpindahan orang-orang ke Uganda.