Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Wakil Presiden Argentima Gabriela Michetti mengunjungi Kementerian Koordinator Perekonomian Indonesia, Rabu, untuk membahas peningkatan kerja sama ekonomi kedua negara, terutama pada sektor perdagangan, investasi, dan pertanian.
Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengatakan Argentina merupakan mitra penting bagi Indonesia, salah satunya sebagai pintu masuk produk Indonesia ke pasar Amerika Latin.
Peran penting Argentina ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo yang ingin menjajaki peluang peningkatan akses barang ke negara-negara non-tradisional market.
Menurut Menko Darmin, kinerja kerja sama ekonomi kedua negara saat ini tidak menggambarkan potensi yang sesungguhnya, dan masih sangat mungkin ditingkatkan.
Secara keseluruhan, Argentina adalah salah satu mitra dagang terbesar kedua dari Indonesia untuk kawasan Amerika Selatan.
Total perdagangan kedua negara pada 2018 sebesar USD1,68 miliar atau meningkat 17,96 persen dibandingkan 2017.
Menko Darmin mengatakan Indonesia masih mengalami defisit dalam neraca perdagangan bilateral dengan Argentina sebesar US$1,2 miliar, melebar 35,02 persen dibandingkan tahun 2017.
“Defisit tersebut disebabkan hambatan perdagangan tarif dan non-tarif, isu dumping, konektivitas, dan kendala bahasa,” ujar dia.
Sementara itu, Foreign Direct Investment (FDI) Argentina di Indonesia sebesar USD0,14 juta berdasarkan data BKPM tahun 2018.
Menko Darmin mengatakan tiga produk ekspor utama Indonesia ke Argentina pada tahun lalu antara lain alas kaki dan produk alas kaki (USD71,47 juta), karet dan produk karet (USD46,79 juta), serta mesin dan peralatan listrik (USD46,3 juta).
Sementara, tiga produk utama yang diimpor Indonesia dari Argentina yakni oilcake (bungkil) dari minyak kedelai (USD934,98 juta), sereal (USD220 juta), serta katun (USD51,2 juta).
Menko Darmin mengatakan perlu dirumuskan langkah-langkah konkret dalam menciptakan kerja sama perdagangan yang berimbang dan saling menguntungkan, melalui perluasan akses pasar di Argentina bagi produk-produk Indonesia, diversifikasi jenis produk ekspor, dan pengurangan hambatan perdagangan.
“Indonesia juga tengah menjajaki pembentukan kerja sama perdagangan bebas dengan Asosiasi Perdagangan Negara-Negara Amerika Selatan atau MERCOSUR,” ungkap Menko Darmin.
Menurut dia, sebagai langkah awal pembentukan kerja sama perdagangan bebas tersebut, Indonesia mengusulkan dilakukannya Joint Feasibility Study.
“Saya juga ingin mengundang pengusaha Argentina untuk berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia yang akan diadakan pada 16-20 Oktober 2019 mendatang,” imbuh dia.
Menko Darmin menjelaskan kepada Wapres Argentina bahwa Trade Expo merupakan event untuk memfasilitasi pertemuan bisnis langsung antara pengusaha asing dan pengusaha Indonesia.
Selanjutnya, dia mengatakan dalam kerja sama pertanian Indonesia dan Argentina mempunyai kepentingan yang sama untuk mengembangkan sektor pertanian bagi kesejahteraan penduduk kedua negara, khususnya menjamin ketahanan pangan (food security) yang berkelanjutan.
“Saya menyambut baik dan mendorong implementasi segera kerja sama pertanian kedua negara untuk membuka akses pasar produk hortikultura Indonesia,” kata Darmin.
Dia menambahkan kerja sama pertanian kedua negara juga dilakukan melalui mekanisasi pertanian melalui transfer teknologi pertanian Argentina ke Indonesia.
RI Menawarkan pesawat terbang
Darmin melanjutkan terdapat momentum positif setelah Indonesia sukses menggelar Pemilu serentak bulan lalu sehingga hal tersebut harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk meningkatkan kualitas pertumbuhan ekonomi.
“Pada 2019 diperkirakan pertumbuhan ekonomi dapat meningkat menjadi 5,3 persen dan stabil pada kisaran 5,3-5,6 persen di tahun 2020,” terang Darmin.
Dia juga menjelaskan dalam rangka mencapai pertumbuhan ekonomi 5,6 persen di 2020, salah satu hal yang dilakukan pemerintah adalah mendorong ekspor ke pasar non-tradisional, termasuk Amerika Selatan.
Indonesia juga menawarkan pesawat terbang produksi PT Dirgantara Indonesia, khususnya jenis CN 212 dan N 219 kepada Argentina.
Menko Darmin mengatakan pesawat tersebut akan difungsikan sebagai possible replacement dari berbagai pesawat di kelas sama yang saat ini dioperasikan di Argentina.
Dalam kesempatan tersebut juga turut hadir Duta Besar Argentina untuk Indonesia Ricardo Bocalandro, Duta Besar Indonesia untuk Argentina Niniek Kun Naryatie, dan Menteri Pertanian, Peternakan dan Perikanan Argentina Guillermo Bernaudo.