İqbal Musyaffa
01 November 2017•Update: 01 November 2017
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Badan Pusat Statistik (BPS) merilis inflasi pada Oktober 2017 sebesar 0,01 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 130,09.
Dari 82 kota IHK, 44 kota mengalami inflasi dan 38 kota mengalami deflasi.
Kepala BPS Suhariyanto pada Rabu mengatakan inflasi tertinggi terjadi di Tual sebesar 1,05 persen dengan IHK sebesar 155,24 dan terendah terjadi di Surakarta dan Cilegon masing-masing sebesar 0,01 persen dengan IHK masing-masing sebesar 124,65 dan 136,75.
Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Palu sebesar 1,31 persen dengan IHK sebesar 130,33 dan terendah terjadi di Palopo sebesar 0,01 persen dengan IHK sebesar 127,47.
“Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya beberapa indeks kelompok pengeluaran,” ujar dia.
Kelompok pengeluaran tersebut antara lain kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,28 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,18 persen; kelompok sandang sebesar 0,18 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,21 persen; dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga sebesar 0,16 persen.
Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,45 persen dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,13 persen.
Suhariyanto juga mengatakan tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Oktober) 2017 sebesar 2,67 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Oktober 2017 terhadap Oktober 2016) sebesar 3,58 persen.
“Komponen inti pada Oktober 2017 mengalami inflasi sebesar 0,17 persen,” tambah dia.
Menurut dia, tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari–Oktober) 2017 mengalami inflasi sebesar 2,68 persen dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Oktober 2017 terhadap Oktober 2016) sebesar 3,07 persen.