Iqbal Musyaffa
03 Oktober 2017•Update: 04 Oktober 2017
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Pemerintah mencemaskan dampak buruk era digital akan menambah jumlah pengangguran di Indonesia jika tidak dikendalikan dengan baik.
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan pergeseran sektor perdagangan dari offline menjadi online selain bisa menciptakan pengangguran juga dapat memperlebar ketimpangan rasio gini.
"Pemerintah tidak mungkin membiarkan itu [peningkatan pengangguran]," kata Menteri Enggar dalam acara Rapat Koordinasi Nasional Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, pergeseran tren ini menjadi tantangan bagi pemerintah untuk membuka lapangan usaha baru yang terorganisir termasuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan ulang.
Indonesia, lanjut Menteri Enggar, sudah melakukan penjajakan untuk meningkatkan kerja sama pelatihan khususnya di bidang perdagangan antara lain dengan Australia.
"Ini juga diminta oleh bapak Presiden [Joko Widodo], selain menteri pendidikan juga tugas menteri perindustrian untuk meningkatkan pendidikan vokasional," ujar dia.
Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani sepakat bahwa peningkatan mutu tenaga kerja merupakan suatu keharusan.
"50 persen angkatan kerja kita adalah lulusan SD. Lulusan perguruan tinggi hanya 12 persen," kata Rosan.
Rosan menambahkan, perkembangan ekonomi digital memang tidak bisa dihentikan, namun tidak perlu ditakutkan secara berlebih.
"Pada sisi lain ekonomi digital juga menciptakan lapangan kerja kok, atau juga shifting lapangan pekerjaan seperti Go-Jek," ujar dia.