İqbal Musyaffa
05 Oktober 2018•Update: 06 Oktober 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) meluncurkan aplikasi Cari Temu untuk membantu masyarakat mencari dan menemukan kembali anggota keluarga yang hilang dalam bencana.
Aplikasi ini akan melengkapi kerja BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) dalam aksinya melayani korban terdampak.
Direktur Utama BAZNAS Arifin Purwakananta dalam keterangan resmi, Jumat, mengatakan salah satu masalah utama pada bencana alam seperti yang terjadi pada gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah adalah masalah identifikasi korban.
Kesulitan identifikasi korban menurut dia, membuat jenazah tertunda dimakamkan karena belum ada keluarga yang melaporkan kehilangan.
“Oleh karena itu, BAZNAS mendorong percepatan penemuan identitas jenazah dan orang hilang dengan mendorong pembangunan aplikasi yang bernama Cari Temu,” kata Arifin.
Arifin menjelaskan bahwa aplikasi ini dimaksudkan untuk mempermudah masyarakat melaporkan kehilangan anggota keluarga, serta menampung informasi temuan. Keduanya kemudian dipadukan oleh mesin sehingga mudah menemukan orang yang dicari.
“Kami berharap aplikasi ini akan melahirkan gagasan lain yang memudahkan identifikasi korban hilang dalam bencana dan peristiwa-peristiwa darurat yang lain,” jelas dia.
Aplikasi Cari Temu ujar Arifin, merupakan inovasi buatan BAZNAS yang memiliki empat fitur utama yaitu melaporkan orang hilang dari berbagai bencana, melaporkan penemuan orang hilang dari yang telah dilaporkan, mencari orang hilang dari yang telah dilaporkan, dan mengirimkan informasi lokasi.
Sementara itu, Kepala Divisi Informasi Teknologi dan Pelaporan Achmad Setio Adinugroho mengatakan masyarakat dapat dengan mudah memiliki aplikasi ini dengan cara mengunduh di playstore menggunakan kata kunci Cari Temu.
Pada halaman pertama, Setio mengatakan masyarakat langsung dapat memasukkan nama orang yang sedang dicari dan melengkapi ciri-cirinya. Aplikasi ini juga berlaku bagi masyarakat yang menemukan orang yang tersesat untuk kemudian dilaporkan melalui aplikasi ini dengan memilih menu founddi dalam aplikasi.
"Semua fitur ini dapat digunakan oleh publik tetapi tetap dalam monitor BAZNAS Tanggap Bencana (BTB),” jelas Setio.
Dia berharap aplikasi ini dapat membantu mengorganisasi informasi pencarian orang hilang sehingga tidak lagi sulit mencari dan melaporkan orang hilang akibat bencana.
Pada tahap awal, imbuh dia, aplikasi ini hanya mengandalkan laporan masyarakat.
Namun selanjutnya, aplikasi ini juga akan terintegrasi dengan lembaga atau organisasi lainnya yang memiliki informasi tentang orang hilang dan tidak terbatas hanya kepada bencana saja.