10 Oktober 2017•Update: 11 Oktober 2017
Cansu Dikme
ANKARA
Presiden Recep Tayyip Erdogan, Senin, mengecam keputusan Amerika Serikat (AS) untuk menangguhkan layanan visa di Turki.
"Keputusan kedutaan besar untuk menangguhkan pengajuan visa non-imigran sangat mengecewakan," kata Erdogan dalam konferensi pers gabungan bersama Presiden Ukraina Petro Porochenko di Kiev, Ukraina.
Minggu, Kedutaan Besar AS di Ankara mengumumkan telah menangguhkan layanan visa non-imigran di seluruh fasilitas diplomatiknya di Turki. Kedutaan Besar Turki di Washington pun kemudian juga menangguhkan layanan visa non-imigran di Amerika Serikat karena kekhawatiran keamanan.
Keputusan tersebut dikeluarkan setelah Metin Topuz, yang bekerja di Konsulat Jenderal AS di Istanbul, ditangkap oleh penegak hukum setempat atas tuduhan terorisme.
Topuz diduga memiliki keterkaitan dengan Organisasi Teroris Fetullah (FETO), kelompok yang mendalangi percobaan kudeta di Turki tahun lalu.
FETO dan pimpinannya yang menetap di AS, Fetullah Gullen, mendalangi percobaan kudeta yang mengakibatkan 250 tewas dan hampir 2.200 luka-luka.
Topuz juga diduga memiliki kedekatan dengan sejumlah terduga FETO, termasuk komisaris polisi dan mantan jaksa Zekeriya Oz, seorang buron yang diduga mengupayakan kudeta pemerintah melalui aksi kekerasan.