Fatih Hafiz Mehmet
29 September 2017•Update: 01 Oktober 2017
Fatih Hafiz Mehmet
ANKARA
Turki menunjukkan ketegasan sikapnya baik sebelum maupun
sesudah pelaksanaan referendum tidak sah yang digelar oleh Pemerintah Regional
Kurdistan (KRG).
Kementerian Luar Negeri Turki mengeluarkan pernyataan resmi
pada Kamis malam, menanggapi reaksi Amerikat Serikat (AS) tentang referendum
baru-baru ini.
“Dalam situasi seperti saat ini, seluruh masyarakat internasional harus menyatakan sikap yang konsisten, tegas, dan jelas untuk menjaga integritas teritorial dan kesatuan politik Irak,” kata juru bicara Kemenlu Huseyin Muftuoglu dalam sebuah pernyataan tertulis.
Ketegasan itu dilontarkan usai juru bicara Departemen Luar
Negeri AS Heather Nauert berkomentar soal pernyataan Presiden Turki Recep
Tayyip Erdogan yang akan mengambil tindakan politik, ekonomi, perdagangan dan
keamanan atas KRG.
Nauert mengatakan, “Pernyataan Presiden Erdogan tersebut terdengar seperti ancaman, namun saya tidak akan berkomentar mengenai apa yang seharusnya dia katakan.”
Pada awal pekan, referendum tidak sah di wilayah otonomi KRG
digelar di kawasan sebelah utara Irak, termasuk daerah sengketa Kirkuk dan
Baghdad.
Hasil perhitungan sementara menunjukkan 93 persen suara
mendukung kemerdekaan Kurdi, meskipun pelaksanaan pemungutan suara tersebut mendapat
kecaman masyarakat internasional.
Pemerintah pusat Irak, Turki, AS, Iran dan PBB telah
menentang pelaksanaan referendum karena dikhawatirkan dapat mengganggu
perjuangan melawan Daesh serta memicu destabilisasi di Irak.