Nicky Aulia Widadio
18 Januari 2021•Update: 19 Januari 2021
JAKARTA
Gunung Merapi mengeluarkan awan panas dengan jarak luncur sekitar 1.000 meter pada Senin sekitar pukul 05.43 WIB.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat awan panas bergerak ke arah Kali Krasak di barat daya dengan durasi 112 detik dan amplitudo maksimum 22 milimeter.
Sedangkan menurut pengamatan visual, tinggi kolom mencapai 50 meter di atas puncak dengan arah angin ke tenggara.
PVMBG juga mencatat telah terjadi enam kali guguran lava dengan jarak luncur maksimum 600 meter ke arah barat daya.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati meminta masyarakat mewaspadai awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Merapi.
Rekomendasi radius dan jarak aman akan terus dievaluasi untuk mengantisipasi apabila ada gejala perubahan ancaman bahaya.