Pizaro Gozali İdrus
01 Februari 2018•Update: 01 Februari 2018
Pizaro Idrus
JAKARTA
Menteri Agama (Menag) RI Lukman Hakim Saifuddin menegaskan pentingnya membangun kesadaran umat tentang zakat saat membuka Musyawarah Nasional ke-8 Forum Zakat di Lombok, Nusa Tenggara Barat, yang 1-3 Februari.
Meneteri Lukman menegaskan, zakat tidak semata-mata kewajiban personal, tapi instrumen strategis untuk meningkatkan kepedulian sosial dan memperhatikan kesejahteraan sesama.
“Orientasi sosial perlu ditumbuhkembangkan," terang Menteri Lukman di Lombok, Kamis.
Menurut Menteri Lukman, menumbuhkan kesadaran berzakat tidak hanya menjadi tanggung jawab amil zakat, tapi kerja besar semua pihak, termasuk para da'i.
Apalagi, kata Menag, potensi zakat di Indonesia mencapai Rp200 triliun.
"Ini belum optimal sehingga perlu dibangun kesadaran," terang Menteri Lukman yang menyebut pengumpulan dan transparansi penggunaan dana zakat juga tak kalah penting.
Oleh karena itu, kata Menteri Lukman lagi, setelah muncul kesadaran umat maka perlu dipikirkan tentang mekanisme pengumpulan dana zakat.
"Membangun trust membutuhkan transparansi," tukas Menteri Lukman.
Ketum Forum Zakat Nur Efendi melaporkan Munas ke-8 ini dihadiri 250 lembaga amil zakat dari Aceh hingga Papua.
Menurut Nur Effendi, ada tiga isu pokok yang akan dibahas, yakni penguatan kolaborasi antar lembaga, peningkatan kapasitas amil zakat, dan penguatan regulasi zakat.