Enes Kaplan
12 Oktober 2021•Update: 13 Oktober 2021
Presiden Turki mengatakan Selasa setiap orang harus bertanggung jawab dalam kerja sama mengurangi perubahan iklim dan masalah lingkungan,
“Terlepas dari kekuatan ekonomi, lokasi, atau tanggung jawab historis, semua negara harus mengambil tindakan terhadap perubahan iklim,” kata Recep Tayyip Erdogan dalam pesan videonya kepada Konferensi Keanekaragaman Hayati PBB, yang juga dikenal sebagai COP 15.
Menyebutkan tantangan global seperti perubahan iklim, bencana lingkungan, polusi, keamanan air dan pangan, dan hilangnya keanekaragaman hayati yang dihadapi umat manusia, Erdogan mencatat bencana baru-baru ini di berbagai belahan dunia telah menunjukkan parahnya masalah ini.
“Kita semua tahu fakta bahwa segala sesuatu di alam saling berhubungan seperti mata rantai. Keanekaragaman hayati yang hancur berarti lingkungan yang tercemar, kehilangan makanan, dan air,” kata Erdogan.
Menekankan pentingnya kerja sama global, Erdogan menunjukkan perjuangan melawan perubahan iklim dan masalah lingkungan tidak dapat diserahkan hanya kepada negara-negara tertentu.
Konferensi Keanekaragaman Hayati PBB akan mempertemukan pemerintah dari seluruh dunia untuk menyepakati serangkaian tujuan baru untuk alam selama dekade berikutnya melalui Konvensi Keanekaragaman Hayati dalam proses kerangka kerja pasca-2020.
Kerangka kerja ini juga menetapkan rencana ambisius untuk menerapkan transformasi dalam hubungan masyarakat dengan keanekaragaman hayati dan memastikan visi bersama untuk hidup selaras dengan alam terpenuhi pada 2050.