Muhammad Abdullah Azzam
27 Agustus 2020•Update: 27 Agustus 2020
Burak Bir
ANKARA
Volume perdagangan yang stabil antara Turki dan Moldova di tengah pandemi virus korona merupakan indikasi potensi yang lebih besar, kata menteri luar negeri Turki pada Rabu.
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan pada konferensi pers bersama dengan sejawatnya dari Moldova Oleg Tulea di ibu kota Chisinau.
Dia mengatakan kedua pihak telah membahas hubungan bilateral, perdagangan, dan investasi dalam pertemuan yang diadakan sebelumnya.
Cavusoglu memperingatkan Tulea tentang potensi bahaya dari kehadiran Organisasi Teroris Fetullah (FETO) di Moldova.
FETO dan pemimpinnya di AS, Fetullah Gulen, melancarkan kudeta yang dikalahkan di Turki pada 15 Juli 2016, yang menyebabkan 251 orang terbunuh dan hampir 2.200 terluka.
Menlu Turki juga menawarkan bantuan ke Moldova untuk memerangi Covid-19.
Badan pemerintah Turki, TIKA, mengirimkan 10.000 masker, 10.000 pasang sarung tangan, 1.000 liter (264 galon) hand sanitizer, dan 250 pelindung wajah ke Moldova pada April lalu.
Cavusoglu menuturkan bahwa Turki adalah tujuan utama pada turis Moldova.
Sementara itu, Tulea juga berterima kasih kepada Turki atas bantuannya dan menyambut baik pembukaan konsulat Turki di Gagauzia, wilayah otonom Moldova.
“Pembukaan konsulat di wilayah ini akan sangat berperan dalam mengintensifkan kerja sama ekonomi, politik dan budaya kita,” tambah dia.
Turki adalah mitra dagang terbesar ketujuh Moldova, tukas Tulea.