Maria Elisa Hospita
10 Mei 2019•Update: 10 Mei 2019
Ayhan Simsek
BERLIN
Kanselir Jerman pada Kamis mendesak Iran untuk sepenuhnya mengimplementasikan perjanjian nuklir yang ditandatangani dengan kekuatan dunia, meskipun ketegangan dengan Amerika Serikat meningkat.
Usai pertemuan puncak para pemimpin Eropa di Kota Sibiu, Rumania, Angela Merkel menegaskan komitmen Uni Eropa untuk kesepakatan nuklir dengan Iran.
"Uni Eropa tidak menginginkan eskalasi konflik. Kami bekerja dengan cara-cara diplomatik. Kami juga menyadari keterbatasan kami," kata dia, selama konferensi pers.
Pernyataannya itu disampaikan sehari setelah Iran mengancam akan melanggar bagian-bagian tertentu dari perjanjian nuklir karena janji-janji untuk negaranya tidak terpenuhi, ditambah ada sanksi baru AS terhadap Teheran.
Merkel pun berharap dapat menemukan solusi untuk masalah saat ini.
"Dengan komitmennya pada solusi diplomatik, Iran berkesempatan untuk menunjukkan keinginan mereka untuk solusi damai. Ini adalah keuntungan bagi Iran juga," tambah dia.
Menurut Merkel, Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA), masih menjadi cara terbaik untuk menyelesaikan ketidaksepakatan dengan Iran pada program nuklirnya.
Kekuatan-kekuatan dunia sepakat untuk membatasi aktivitas nuklir Iran untuk tujuan damai pada 2015.
Perjanjian itu kemudian ditandatangani oleh Iran, Rusia, Cina, Prancis, AS, Inggris, dan Jerman.
Tahun lalu, Presiden AS Donald Trump secara sepihak menarik partisipasi negaranya dari perjanjian itu dan menuduh Iran melanggar perjanjian tersebut.
Baru-baru ini, pemerintahan Trump mengintensifkan tekanan pada Teheran dengan memberlakukan kembali sanksi yang menargetkan sektor energi dan perbankan negara itu.