Muhammad Abdullah Azzam
03 September 2019•Update: 03 September 2019
Hussein Mahmoud Ragab Elkabany, Ali Semerci
KUWAIT
Kuwait mengutuk serangan udara Israel ke Lebanon dengan menggunakan pesawat tanpa awak atau drone.
Kantor berita resmi Kuwait KUNA melaporkan bahwa Dewan Menteri Kuwait baru-baru ini melakukan pertemuan guna membahas perkembangan terakhir di Timur Tengah.
Pada rapat tersebut, otoritas Kuwait menekankan dukungan mereka terhadap Lebanon dalam setiap antisipasi yang diambil untuk mempertahankan wilayah dan kedaulatannya serta memastikan keamanan dan stabilitas negara.
Pada 25 Agustus malam, dua drone Israel jatuh di daerah pinggiran selatan Beirut yang dikenal sebagai benteng organisasi Hizbullah.
"Insiden malam itu adalah serangan dengan menggunakan drone kamikaze yang menargetkan sebuah lokasi di selatan Beirut,” ungkap Sekretaris Jenderal Hizbullah Hasan Nasrallah.
“Ini adalah serangan pertama yang diluncurkan musuh sejak 14 Agustus 2006," lanjut Nasrallah dalam sebuah pernyataannya.
Nasrallah juga mengungkapkan pada malam yang sama dua anggota Hizbullah tewas dalam serangan Israel terhadap beberapa titik di dekat Damaskus, ibu kota Suriah.
Dia mengatakan pihaknya tidak akan membiarkan serangan Israel itu tanpa balasan.
Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri menyebut serangan pesawat tak berawak Israel sebagai agresi terhadap kedaulatan Lebanon.
"Ini adalah ancaman bagi stabilitas regional dan upaya untuk mendorong eskalasi konflik," tegas Hariri dalam sebuah pernyataan.
Presiden Michel Aoun menegaskan bahwa Beirut akan meresponsnya dengan mengambil "langkah-langkah yang sesuai".
Aoun menuturkan insiden itu sebagai "indikasi permusuhan Israel dan ancaman stabilitas dan perdamaian di Lebanon".
"Lebanon sangat mengutuk agresi ini dan akan mengambil langkah-langkah yang tepat setelah berkonsultasi dengan pihak berwenang terkait," tambah dia.
Tentara Israel beberapa waktu lalu mengumumkan bahwa serangkaian rudal anti-tank ditembakkan dari Lebanon mengenai pangkalan dan sejumlah kendaraan militer di utara Israel.
Israel mengklaim telah menanggapi serangan itu dengan menghantam daerah-daerah di selatan Lebanon yang digunakan untuk melancarkan serangan ke wilayahnya.