Astudestra Ajengrastrı
27 September 2018•Update: 27 September 2018
Ovunc Kutlu
NEW YORK
The Federal Reserve AS mengumumkan pada Rabu menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin, menjadikan kenaikan ini yang ketiga pada tahun ini. Meski begitu, tindakan ini sudah diharapkan oleh pasar.
Komite Pasar Terbuka The Fed berkata anggotanya sepakat dengan suara bulat untuk menaikkan suku bunga menjadi 2-2,25 persen, dari 1,75-2 persen, level tertinggi sejak 2008.
Bank sentral berkata pasar tenaga kerja terus menguat dan aktivitas ekonomi melaju dengan kuat.
"Pendapatan dari lapangan kerja cukup kuat, secara rata-rata, dalam beberapa bulan terakhir, dan tingkat pengangguran tetap rendah," kata pernyataan itu.
The Fed, meski begitu, menghapus frasa "kebijakan moneter tetap akomodatif" dari pernyataan yang selama ini kerap mereka pakai.
Tindakan ini menandakan bank sentral akan menghentikan kenaikkan suku bunga di masa depan untuk mempelajari imbasnya kepada perekonomian Amerika.
Presiden AS Donald Trump telah mengkritik The Fed karena tingginya suku bunga, karena dia lebih suka dolar yang lebih lemah terhadap mata uang lainnya untuk meningkatkan ekspor Amerika dan menurunkan defisit perdagangan yang meningkat di negaranya.
The Fed terakhir kali menaikkan suku bunga acuan pada Juni dan telah delapan kali menaikkan suku bunga sejak Desember 2015.